Latest News

SEPUTAR SMK NEGERI 3 KUNINGAN

Posted by Irma Khamisah Kamis, 25 Maret 2010, under | 1 komentar
SEJARAH


SMK Negeri 3 Kuningan pada mulanya merupakan sekolah kelas jauh dari STM Negeri Sumedang yang pertama kali didirikan tahun 1965 dengan membuka 2 jurusan dan beralamat di Jalan Aruji Kuningan.
Pada tanggal 20 November 1984 secara resmi berdiri STM Negeri Kuningan. Sekolah ini dirancang untuk menghasilkan lulusan/tamatan yang memiliki pemahaman dan keahlian/keterampilan serta memiliki wawasan kewirausahaan di bidang teknologi dan industri untuk mengisi kebutuhan pasar tenaga kerja.
Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum pemerintah, pada tahun 1990/1991 STM Negeri Kuningan berpindah alamat ke daerah Cirendang, tepatnya Jalan Raya Cirendang - Cigugur Kuningan.
Pada tahun pelajaran 1991-1992, STM Negeri Kuningan membuka jurusan otomotif untuk menunjang kebutuhan dunia usaha dan industri di bidang otomotif.
Tahun pelajaran 1994-1995 STM Negeri Kuningan berubah nama menjadi SMK Negeri 2 Kuningan berdasarkan SK Mendikbud. Dan tahun pelajaran 1996/1997 SMK Negeri 2 Kuningan diubah menjadi SMK Negeri 3 Kuningan berdasarkan perubahan Nomenklatur dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Seiring dengan perkembangan di bidang teknologi industri, SMK Negeri 3 Kuningan membuka bebrapa program keahlian tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Selain itu beberapa fasilitas juga terus ditambah dan diperbaharui.





KONDISI SMK NEGERI 3 KUNINGAN


1. Empat mata pelajaran menggunakan dwi bahasa

Kondisi
- Pembelajaran 2 bahasa telah dilaksanakan pada mata pelajaran: PLC (Listrik),
Kelistrikan Otomotif (Otomotif), AutoCAD (Bangunan), Fisika (Seluruh Program
Keahlian)
- Modul dengan 2 bahasa sudah tersusun sejumlah 157 modul yang terdiri dari 143
modul berbahasa Indonesia dan 14 modul berbahasa Inggris

2. Standar Training Workshop (STW)

Kondisi
- STW telah digunakan untuk Uji Kompetensi Sekolah
- STW telah digunakan untuk menghasilkan produk utuh dan jasa seperti bengkel mobil
dan sepeda motor, pembuatan teralis, kusen pintu dan desain rumah tinggal

3. Lingkungan Sekolah

Kondisi
- Pembuatan informasi sadar lingkungan sudah dilakukan
- Perawatan bangunan dan lingkungan sudah dilakukan
- Limbah telah dikelola dengan baik
- Sekolah telah merintis Green School dengan pengadaan tanaman hias, taman Obat ,
buah2-an dan penanaman tanaman penghijauan/tanaman perindang
- SMKN 3 Kuningan berhasil sebagai Sekolah Berwawasan Lingkungan (SBL) yg ditunjuk
mewakili Kab. Kuningan ke tingkat Provinsi Jawa Barat

4. Komunikasi bahasa asing

Kondisi
- English Day sudah dilakukan setiap hari pukul 09.00-11.00
- Peningkatan kompetensi bahasa Inggris untuk guru sudah dilakukan melalui pelatihan
- Peningkatan kompetensi bahasa Inggris untuk siswa sudah dilakukan melalui kegiatan
English Speech, pembentukan kelas TOEIC dan kelas unggulan pada sore hari
- Sudah dilakukan program debat bahasa Inggris

5. Program ICT

Kondisi
- Telah memiliki Website dwi bahasa
- Fasilitas LAN untuk seluruh unit kerja, laboratorium, ruang teori kelas khusus dan
perpustakaan
- Perpustakaan sudah menyediakan fasilitas E-learning berupa internet, TV Edukasi
dan bahan ajar dalam benduk CD
- SAS sudah terlaksana dengan baik dan sudah dilaksanakan pengadaan ruang SAS yang
lebih luas
- Materi ajar yang sudah di-upload di Website mencapai 60 %
- Fasilitas jaringan internet ICT-WAN Education telah memiliki pelanggan dari
sekolah lain dan masyarakat peduli pendidikan

6. Sertifikat Akreditasi dari BAN-S/M

Telah dicapai nilai A (Amat Baik) untuk semua program keahlian, dengan rincian :
Program Keahlian TKBS = 94.28
Program Keahlian TMO = 93.47
Program Keahlian TPTL = 90.62
Program Keahlian TAV = 89.57

JENIS-JENIS PONDASI

Posted by Irma Khamisah , under | 0 komentar
4. Pondasi Tiang Pancang

Pondasi tiang pancang dipergunakan pada tanah-tanah lembek, tanah berawa, dengan kondisi daya dukung tanah (sigma tanah) kecil, kondisi air tanah tinggi dan tanah keras pada posisi sangat dalam. Bahan untuk pondasi tiang pancang adalah : bamboo, kayu besi/kayu ulin, baja,dan beton bertulang.

a. Pondasi Tiang Pancang Kayu
Pondasi tiang pancang kayu di Indonesia, dipergunakan pada rumah-rumah panggung di daerah Kalimantan, di Sumatera, di Nusa Tenggara, dan pada rumah-rumah nelayan di tepi pantai.

b. Pondasi Tiang Pancang Beton
Pondasi tiang beton dipergunakan untuk bangunan-bangunantinggi (high rise building). Pondasi tiang pancang beton, proses pelaksanaannya dilakukan sebagai berikut :
1). Melakukan test “ boring” untuk menentukan kedalaman tanah keras dan klasifikasi
panjang tiang pancang, sesuai pembebanan yang telah diperhitungkan.
2). Melakukan pengeboran tanah dengan mesin pengeboran tiang pancang.
3). Melakukan pemancangan pondasi dengan mesin pondasi tiang pancang.
Pondasi tiang pancang beton pada prinsipnya terdiri dari : pondasi tiang pancang beton cor di tempat dan tiang pancang beton sistem fabrikasi.

c. Pondasi tiang pancang beton cor ditempat
Proses pelaksanaannya pondasi tiang pancang beton cor di tempat sebagai berikut :
1). Melakukan pemboran tanah sesuai kedalamn yang ditentukan dengan memasukkan besi
tulangan beton.
2). Memompa tanah bekas pengeboran ke atas permukaan tanah.
3). Mengisi lubang bekas pengeboran dengan adukan beton, dengan sistem dipompakan
dan desakan/tekanan.
4). Pengecoran adukan beton setelah selesai sampai di atas permukaan tanah,
5). Kemudian dipasang stek besi beton sesuai dengan aturan teknis yang telah
ditentukan.

d. Pondasi tiang pancang beton sistem fabrikasi
Kemajuan teknologi khususnya pada bidang rancang bangun beton bertulang telah menemukan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi. Cetakan-cetakan pondasi dengan beberapa variasi diameter tiang pancang dan panjang tiang pancang dibuat dalam pabrik dengan sistem Beton Pra-Tekan”
Pondasi pemasangan pondasi tiang pancang sistem fabrikasi, sebagai berikut :
1). Dilakukan pengeboran sambil memancangkan tiang pondasi bagian per-bagian.
Kedalaman pengeboran sampai dengan batas kedalaman tanah keras yang dapat
dilihat secara otomatis dari mesin tiang pancang.
2). Kemudian setiap bagian tertentu dilakukan penyambungan dengan plat baja yang
telah dilengkapi dengan “joint” atau ulir penyambungan.





Gambar. 1.6. Pondasi tiang pancang

JENIS-JENIS PONDASI

Posted by Irma Khamisah , under | 0 komentar
2. Pondasi Foot Plat

Pondasi foot plat dipergunakan pada kondisi tanah dengan daya dukung tanah (sigma) antara : 1,5 - 2,00 kg/cm2. Pondasi foot plat ini biasanya dipakai untuk bangunan gedung 2 – 4 lantai, dengan kondisi tanah yang baik dan stabil. Bahan dari pondasi ini dari beton bertulang. Untuk menentukan dimensi dari pondasi ini dengan perhitungan konstruksi beton bertulang.
Beton adalah campuran antara bahan pengikat Portland Cement (PC) dengan bahan tambahan atau pengisi yang terdiri dari pasir dan kerikil dengan perbandingan tertentu ditambah air secukupnya.
Sedangkan komposisi campuran beton ada 2 macam yaitu:
a. Berdasarkan atas perbandingan berat
b. Berdasarkan atas berbandingan isi (volume)
Perbandingan campuran beton untuk konstruksi beton adalah 1 PC :2 pasir : 3 kerikil atau 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil, sedang untuk beton rapat air menggunakan campuran 1 PC : 1 ½ pasir : 2 ½ kerikil. Beton mempunyai sifat sanggup mendukung tegangan tekan dan sedikit mendukung tegangan tarik. Untuk itu agar dapat jugamendukung tegangan tarik konstruksi beton tersebut memerlukan tambahan besi berupa tulangan yang dipasang sesuai daerah tarik yang memerlukan.
Konstruksi pondasi pelat lajur beton bertulang digunakan apabila bobot bangunan sangat besar. Bilamana daya dukung tanah kecil dan untuk memperdalam dasar pondasi tidak mungkin sebab lapisan tanah yang baik letaknya sangat dalam sehingga sistem pondasi pelat beton bertulang cukup cocok. Bentuk pondasi pelat lajur tersebut kedua tepinya menonjol ke luar dari bidang tembok sehingga dimungkinkan kedua sisinya akan melentur karena tekanan tanah. Agar tidak melentur maka pada pelat pondasi diberi tulangan yang diletakkan pada daerah tarik yaitu dibidang bagian bawah yang disebut dengan tulangan pokok.Besar diameter tulangan pokok Ø 13 - Ø 16 mm dengan jarak 10 cm– 15 cm, sedang pada arah memanjang pelat dipasang tulangan pembagi Ø 6 - Ø 8 mm dengan jarak 20 cm – 25 cm. Campuran beton untuk konstruksi adalah 1 PC : 2 pasir : 3 kerikil dan untuk lantai kerja sebagai peletakan tulangan dibuat betondengan campuran 1 PC : 3 pasir : 5 kerikil setebal 6 cm.
Luas bidang pelat beton sebagai telapak kaki pondasi biasanyaberbentuk bujur sangkar atau persegi panjang. Telapak kaki yangberbentuk bujur sangkar biasanya terletak di bawah kolombangunan bagian tengah. Sedangkan yang berbentuk empatpersegi panjang ditempatkan pada bawah kolom bangunan tepi atau samping agar lebih stabil. Luas telapak kaki pondasi tergantung pada beban bangunan yang diterima dan daya dukung tanah yang diperkenankan ( σ tanah), sehingga apabila daya dukung tanahnya makin besar, maka luas pelat kakinya dapat dibuat lebih kecil.



Gambar 1.4. Pondasi Foot Plat


3. Pondasi Sumuran
Pondasi sumuran dipakai untuk tanah yang labil, dengan sigma lebih kecil dari 1,50 kg/cm2. Seperti bekas tanah timbunan sampah, lokasi tanah yang berlumpur.



Gambar. 1.5. Pondasi Sumuran

JENIS- JENIS PONDASI

Posted by Irma Khamisah , under | 1 komentar
1. Pondasi Langsung (STAHL) :



Pondasi langsung (Stahl) dipakai pada kondisi tanah : “ baik “, Yaitu dengan kekerasan tanah atau sigma tanah = 2 Kg / Cm2 , dengan kedalaman tanah keras lebih kurang = 1,50 Cm, kondisi air tanah cukup dalam. Bahan material yang dipergunakan untuk pondasi jenis ini biasanya dipakai : batu kali, batu gunung, atau beton tumbuk, sedangkan bahan pengikatnya digunakan semen dan pasir sebagai bahan pengisi.
Pada umumnya bentuk pondasi batu kali dibuat trapesium dengan lebar bagian atas paling sedikit 25 cm. Dibuat selebar 25 cm, karena bila disamakan dengan lebar dinding dikhawatirkan dalam pelaksanaan pemasangan pondasi tidak tepat dan akan sangat mempengaruhi kedudukan dinding pada pondasi sehingga dapat dikatakan pondasi tidak sesuai lagi dengan fungsinya. Sedangkan untuk lebar bagian bawah trapesium tergantung perhitungan dari beban di atasnya, tetapi pada umumnya dapat dibuat sekitar 70 – 80 cm.
Batu kali yang dipasang hendaknya sudah dibelah dahulu besarnya kurang lebih 25 cm, ini dengan tujuan agar tukang batu mudah mengatur dalam pemasangannya, di samping kalau mengangkat batu tukangnya tidak merasa berat, sehingga bentuk pasangan menjadi rapi dan kokoh.
Pada dasar konstruksi pondasi batu kali diawali dengan lapisan pasir setebal 5 – 10 cm guna meratakan tanah dasar, kemudiandipasang batu dengan kedudukan berdiri (pasangan batu kosong)dan rongga-rongganya diisi pasir secara penuh sehingga kedudukannya menjadi kokoh dan sanggup mendukung beban pondasi di atasnya. Susunan batu kosong yang sering disebut aanstamping dapat berfungsi sebagai pengaliran (drainase) untuk mengeringkan air tanah yang terdapat disekitar pondasi.


Gambar. 1.1. Pondasi Batu Kali Dinding Dalam

Gambar. 1.2. Pondasi Batu Kali Gambar. 1.3. Pondasi Batu Kali
Dinding luar setengah trapesium
Dinding Luar